KEPENGURUSAN DAN MASA KHIDMAT

  1. Kepengurusan Perjuangan Walisongo Indonesia terdiri dari Dewan Penasehat dan Dewan Pengurus Harian.
  2. Dewan Penasehat terdapat di Pimpinan Pusat, Pimpinan Wilayah, Pimpinan Daerah dan Pimpinan Cabang.
  3. Ketentuan lebih lanjut tentang susunan dan komposisi kepengurusan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.

Pimpinan Pusat Indonesia terdiri dari:

  1. Dewan Penasihat;
  2. dan Dewan Pengurus Harian.

Pimpinan Wilayah terdiri dari:

  1. Dewan Penasihat; dan
  2. Dewan Pengurus Harian.

Pimpinan Daerah terdiri dari:

  1. Dewan Penasihat; dan
  2. Dewan Pengurus Harian

Pimpinan Daerah Istimewa, Pimpinan Ranting, Pimpinan Anak Ranting terdiri dari:

Dewan Pengurus Harian

Ketentuan lebih lanjut tentang komposisi Pengurus diatur dalam Anggaran Rumah tangga PWI.

Masa Khidmat

  1. Masa khidmat kepengurusan sebagaiman adalah (tujuh) tahun dalam satu periode di semua tingkatan, kecuali pimpinan Daerah Istimewa.
  2. Masa jabatan Pengurus Lembaga disesuaikan dengan masa jabatan Pengurus Perjuangan Walisongo Indonesia di tingkat masing-masing.

TUGAS DAN WEWENANG

Dewan Penasihat bertugas dan berwenang memberikan nasehat kepada Pengurus harian Perjuangan Walisongo Indonesia menurut tingkatannya baik diminta ataupun tidak diminta

Dewan Pengurus Harian di setiap tingkatan mempunyai tugas dan wewenang menjalankan keputusan keputusan perkumpulan.

PEMBENTUKAN KEPENGURUSAN

  1. Pembentukan pengurus Pimpinan Wilayah Perjuangan Walisongo Indonesia diusulkan oleh Pengurus Pimpinan Daerah Perjuangan Walisongo Indonesia yang sudah dilantik ke Pimpinan Pusat Perjuangan Walisongo Indonesia.
  2. Apabila Pimpinan Daerah Perjuangan Walisongo Indonesia belum terbentuk atau belum memenuhi syarat mengusulkan pembentukan Pimpinan Wilayah maka kewenangan ada di Pimpinan Pusat Perjuangan Walisongo untuk membentuk Pengurus Pimpinan Wilayah.
  3. Pembentukan pengurus Pimpinan Daerah Perjuangan Walisongo Indonesia diusulkan oleh Pengurus Pimpinan Cabang Perjuangan Walisongo Indonesia yang sudah dilantik ke Pimpinan Pusat Perjuangan Walisongo Indonesia untuk di SK-kan dan di lantik dengan rekomendasi Pimpinan Wilayah.
  4. Apabila Pimpinan Cabang Perjuangan Walisongo Indonesia belum terbentuk atau belum memenuhi syarat mengusulkan Pembentukan Pimpinan daerah maka pimpinan wilayah Perjuangan Walisongo mengusulkan kepengurusan daerah kepada Pimpinan Pusat untuk di SK-kan dan di lantik.
  5. Pembentukan Pimpinan Cabang Perjuangan Walisongo Indonesia diusulkan oleh pengurus ranting kepada Pimpinan Wilayah Perjuangan Walisongo Indonesia untuk di SK-kan dan dilantik dengan rekomendasi Pimpinan Daerah.
  6. Apabila Pimpinan Ranting Perjuangan Walisongo Indonesia belum terbentuk atau belum memenuhi syarat mengusulkan Pembentukan Pimpinan Cabang maka Pimpinan Daerah Perjuangan Walisongo Indonesia mengusulkan kepengurusan cabang kepada Pimpinan Wilayah untuk di SK-kan dan di lantik.

Pembentukan pengurus Pimpinan Daerah Khusus dan Istimewa Perjuangan Walisongo Indonesia diusulkan oleh calon pengurus kepada Pimpinan Pusat.

Ketentuan lebih lanjut tentang syarat dan tata cara pembentukan kepengurusan perkumpulan diatur dalam Peraturan Perkumpulan Perjuangan Walisongo Indonesia

Sumber: AD & ART PWI-LS – Desember 2024