PROFIL ORGANISASI PERJUANGAN WALISONGO INDONESIA (PWI)

Resmi berdiri 12 November 2023 Di Buntet Pesantren, Cirebon Jawa Barat

Teriring puja dan puji ke hadirat Allah SWT semoga kita senantiasa mendapatkan rahmat dari Nya, sholawat serta salam kita haturkan kepada junjunan kita Nabi besar Muhammad S.A.W. semoga semangat beliau tercurahkan untuk kita semua dalam setiap langkah perjuangan berbangsa dan agama.

PWI atau Perjuangan Walisongo Indonesia merupakan organisasi masyarakat berbadan hukum yang didirikan oleh DR.KH. Muhammad Billy Yachsy MA yang merupakan cucu pejuang kemerdekan yaitu panglima perang 10 November 1945, bersama para kiyai-kyai, ulama dan tokoh agama yang mayoritas keturunan Walisongo di nusantara dengan tujuan untuk menjaga dan mengembalikan marwah kewibawaan bangsa, ulama dan para pemimpin yang sah, juga bertujuan menjaga situs budaya, kultur, silsilah dan peninggalan sejarah di nusantara dari rongrongan gerakan-gerakan yang membahayakan integritas berbangsa.

PWI berdiri atas gerakan nurani seluruh elemen masyarakat khusunya para kyai dan santri yang prihatin atas bangsa ini dengan kondisi darurat radikalisme, hasutan , fitnah, pembohongan dan provokasi yang mengatasnamakan agama sehingga banyak masyarakat terbius, terprovokasi yang berakibat banyaknya kegaduhan yang didiciptakan kelompok tertentu sehingga terganggunya program program pemerintah dalam upaya menuju Indonesia makmur.

PWI juga konsisten mengembalikan dan mencegah pembelokan sejarah, budaya, silsilah leluhur yang menjadi pendiri peradaban dan kemerdekaan Indonesia ke fakta sebenarnya sehingga generasi bangsa ini tidak dibohongi oleh kelompok tertentu yang dengan sengaja dan terorganisir merubah sejarah untuk kepentingan kekuasaan dimasa depan sehingga generasi kita akan tunduk pada kelompoknya karena sejarah leluhur asli telah diganti dengan sejarah palsu leluhur kelompoknya.

PWI konsisten mengawal fakta kebenaran tesis KH. Imaduddin utsman Albantani, MA. yang mengungkap sejarah silsilah keturunan Nabi Muhammad S.A.W yang di salah gunakan kelompok tertentu untuk membodohi umat bahkan dijadikan alat untuk menghimpun jaringan, membuat perkumpulan yang kemudian dihasut dan diprovokasi dengan dalih patuh pada dzuriat Nabi untuk menjalankan kepentingannya termasuk menyerang, memfitnah pemerintahan yang sah atau pihak yang tidak sejalan dengan kelompok mereka.

PWI juga konsisten meluruskan ajaran-ajaran khurofat kelompok tertentu yang tidak sejalan dengan ajaran Islam bahkan menistakan kemuliaan Nabi Muhammad S.A.W dengan cerita-cerita tertentu yang melebihi dari mukzizat para Nabi dengan tujuan glorifikasi kelompoknya sehingga umat terbius dan mudah dikedalikan atas nama agama dan dzuriat nya

PWI saat ini terus menerus pembentukan dan pelantikan pengurus juga keanggotaan sampai kepelosok nusantara dikarenakan antusias masyarakat yang mulai sadar akan jati diri bangsanya, sehingga PWI sudah terbentuk hampir di seluruh pelosok nusantara sampai tingkatan kelurahan yang mayoritas dipelopori oleh para kyai , santri , kesultanan/ keraton, budayawan, seniman dan tokoh-tokoh agama.